Jangan Percaya dengan
Takdir, Tapi Percaya pada Keputusan
Kadang dalam hidup anda mendapati
suatu masalah / kegagalan. Anda tentu berpikir mengapa anda bisa sampai gagal
atau mendapat masalah? Sebagian menjawab “itu sudah takdirku.” Padahal kata
‘takdir’ hanya dibuat orang-orang yangs tidak ingin pusing / repot / susah
dengan yang namanya sebab akibat dari keputusan yang telah diambil dalam hidup.
Anda bisa berpikir kembali, seandainya anda mengambil keputusan A apakah hidup
anda akan sama seperti sekarang? Atau jika mengambil keputusan B maka seperti
apakah hidup anda sekarang? Siapa tau saja jika mengambil keputusan A, anda
menjadi seorang selebriti. Atau jika mengambil keptusuan C, anda menjadi salah
satu orang terkaya di dunia. Atau, kalau membuat keputusan yang ‘kurang’ tepat,
anda menjadi office boy di salah 1 hotel bintang lima. Di satu titik dalam
hidup kita, pasti ada keputusan-keputusan besar yang mempengaruhi langsung apa
yang terjadi dengan diri dan hidup kita.
Untuk
itulah sangat penting dalam menyikapi pengambilan keputusan dengan bijak dan
hati-hati. Perlu diingat, jangan pernah gegabah dalam mengambil keputusan hidup
anda, apalagi keputusan itu harus anda buat dalam kondisi yang sulit atau
mendadak. Jangan anda membuat keputusan itu seperti anda merasa ingin buang air
besar saja. Tentu saja berbeda! Kalau buang air, pastinya anda segera cari WC
kan? Lha kalau keputusan dibuat seperti saat buang air, apa kata dunia? Maka
itu, jangan terburu-buru dan lebih baik anda pikirkan kembali
konsekuensi-konsekuensi dari keputusan yang akan dibuat itu. Atau coba didiskusikan
dengan keluarga, kerabat, kekasih atau sahabat baik anda. Anda tentu tidak
ingin mengalami nasib seperti wasit di olahraga sepakbola kan? Kalau membuat
keputusan yang salah, si wasit bisa-bisa dikerubungi pemain-pemain dari tim
yang merasa dirugikan dan bahkan (dalam hal ini terjadi di sepakbola Indonesia)
bisa digebukin pemain dan supporter sampai bonyok . Syukur-syukur kalau tidak patah tulang. Si
wasit bisa juga diberi sanksi oleh federasi sepakbola dunia jika dianggap lalai
dalam mengatur jalannya pertandingan. Untuk itu, memang disarankan bukan kalau
wasit yang tidak melihat dengan jelas suatu insiden di pertandingan lebih baik
mendiskusikannya dengan asisten wasit.
Nah, si
asisten wasit ini tentu melihat insiden tersebut dalam perspektif yang lebih
baik / jelas sehingga dapat memberikan masukan bagi si wasit agar membuat
keputusan dengan benar. Seperti yang sudah saya paparkan di atas tentang
perlunya mendiskusikan dengan orang-orang yang dekat dengan anda, peran mereka
itu lah sama dengan si asisten wasit ini. Kita seringkali tidak melihat suatu
kondisi / masalah dengan tepat sehingga masukan dari keluarga, sahabat dan
lainnya itu sangat penting. Mereka mungkin saja melihat masalah tersebut dari
sudut pandang yang lebih jelas sehingga dapat member saran yang berguna bagi
kita dalam membuat keputusan itu.
Hanya
saja, patut diingat bahwa sebanyak apapun masukan yang datang, anda lah yang pada
akhirnya akan membuat keputusan itu dan menerima semua akibat yang nantinya
terjadi. Seperti pada si wasit yang akhirnya menetapkan keputusan bagi insiden
di pertandingan. Segala konsekuensi yang mungkin terjadi tetap lah harus anda
yang memikul tanggung jawabnya. Memang kelihatannya menakutkan jika anda membuat
keputusan yang salah dan konsekuensinya memberatkan. Tetapi jika anda berani
membuat keputusan penting dan juga siap menanggung resikonya maka bisa dikatakan bahwa anda adalah seorang
yang dewasa dan punya mental untuk menjadi seorang pemimpin.
Jadi, beranilah
untuk menentukan keputusan hidup anda. Buatlah keputusan dengan bijak dan
selalu berpegang teguh pada hal-hal yang baik dan positif. Ini hidup anda jadi
jangan sembarangan dalam mengatur jalannya hidup anda tersebut. Jadilah seorang
‘wasit’ yang bijak dan mau mendengar masukan dari ‘asisten’nya. BE A MAN, BE A MASTER! Eh, ga nyambung ding!
BE A MAN WHO DECIDES, BUT A WISE MAN TOO!
bagus gann, benar" memotivasi..
BalasHapusMakasih gan :)
BalasHapusbener, gan. kita harus mengambil keputusan dengan bijak.
BalasHapusmampir ke blog ane ya, gan.
http://ghadinkz23.blogspot.com