Minggu, 29 Januari 2012

Bagaimana Sebaiknya Membuat Keputusan Hidup



Jangan Percaya dengan Takdir, Tapi Percaya pada Keputusan
Kadang dalam hidup anda mendapati suatu masalah / kegagalan. Anda tentu berpikir mengapa anda bisa sampai gagal atau mendapat masalah? Sebagian menjawab “itu sudah takdirku.” Padahal kata ‘takdir’ hanya dibuat orang-orang yangs tidak ingin pusing / repot / susah dengan yang namanya sebab akibat dari keputusan yang telah diambil dalam hidup. Anda bisa berpikir kembali, seandainya anda mengambil keputusan A apakah hidup anda akan sama seperti sekarang? Atau jika mengambil keputusan B maka seperti apakah hidup anda sekarang? Siapa tau saja jika mengambil keputusan A, anda menjadi seorang selebriti. Atau jika mengambil keptusuan C, anda menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Atau, kalau membuat keputusan yang ‘kurang’ tepat, anda menjadi office boy di salah 1 hotel bintang lima. Di satu titik dalam hidup kita, pasti ada keputusan-keputusan besar yang mempengaruhi langsung apa yang terjadi dengan diri dan hidup kita.
                Untuk itulah sangat penting dalam menyikapi pengambilan keputusan dengan bijak dan hati-hati. Perlu diingat, jangan pernah gegabah dalam mengambil keputusan hidup anda, apalagi keputusan itu harus anda buat dalam kondisi yang sulit atau mendadak. Jangan anda membuat keputusan itu seperti anda merasa ingin buang air besar saja. Tentu saja berbeda! Kalau buang air, pastinya anda segera cari WC kan? Lha kalau keputusan dibuat seperti saat buang air, apa kata dunia? Maka itu, jangan terburu-buru dan lebih baik anda pikirkan kembali konsekuensi-konsekuensi dari keputusan yang akan dibuat itu. Atau coba didiskusikan dengan keluarga, kerabat, kekasih atau sahabat baik anda. Anda tentu tidak ingin mengalami nasib seperti wasit di olahraga sepakbola kan? Kalau membuat keputusan yang salah, si wasit bisa-bisa dikerubungi pemain-pemain dari tim yang merasa dirugikan dan bahkan (dalam hal ini terjadi di sepakbola Indonesia) bisa digebukin pemain dan supporter sampai bonyok .  Syukur-syukur kalau tidak patah tulang. Si wasit bisa juga diberi sanksi oleh federasi sepakbola dunia jika dianggap lalai dalam mengatur jalannya pertandingan. Untuk itu, memang disarankan bukan kalau wasit yang tidak melihat dengan jelas suatu insiden di pertandingan lebih baik mendiskusikannya dengan asisten wasit.
                Nah, si asisten wasit ini tentu melihat insiden tersebut dalam perspektif yang lebih baik / jelas sehingga dapat memberikan masukan bagi si wasit agar membuat keputusan dengan benar. Seperti yang sudah saya paparkan di atas tentang perlunya mendiskusikan dengan orang-orang yang dekat dengan anda, peran mereka itu lah sama dengan si asisten wasit ini. Kita seringkali tidak melihat suatu kondisi / masalah dengan tepat sehingga masukan dari keluarga, sahabat dan lainnya itu sangat penting. Mereka mungkin saja melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang lebih jelas sehingga dapat member saran yang berguna bagi kita dalam membuat keputusan itu.
                Hanya saja, patut diingat bahwa sebanyak apapun masukan yang datang, anda lah yang pada akhirnya akan membuat keputusan itu dan menerima semua akibat yang nantinya terjadi. Seperti pada si wasit yang akhirnya menetapkan keputusan bagi insiden di pertandingan. Segala konsekuensi yang mungkin terjadi tetap lah harus anda yang memikul tanggung jawabnya. Memang kelihatannya menakutkan jika anda membuat keputusan yang salah dan konsekuensinya memberatkan. Tetapi jika anda berani membuat keputusan penting dan juga siap menanggung resikonya  maka bisa dikatakan bahwa anda adalah seorang yang dewasa dan punya mental untuk menjadi seorang pemimpin.
                Jadi, beranilah untuk menentukan keputusan hidup anda. Buatlah keputusan dengan bijak dan selalu berpegang teguh pada hal-hal yang baik dan positif. Ini hidup anda jadi jangan sembarangan dalam mengatur jalannya hidup anda tersebut. Jadilah seorang ‘wasit’ yang bijak dan mau mendengar masukan dari ‘asisten’nya.  BE A MAN, BE A MASTER! Eh, ga nyambung ding! BE A MAN WHO DECIDES, BUT A WISE MAN TOO!

3 komentar:

  1. bagus gann, benar" memotivasi..

    BalasHapus
  2. bener, gan. kita harus mengambil keputusan dengan bijak.

    mampir ke blog ane ya, gan.
    http://ghadinkz23.blogspot.com

    BalasHapus