Kisah si B yang dulu adalah aktor sinetron
Ada seorang teman gw nih, dia dulunya ternyata actor ber’bakat’.
Gini nih pas dia ceritain ke gw en teman2.
Kejadian ini terjadi di kamar kos salah seorang teman2 geng
kita. Ada 4 orang.
Untuk privasi teman2 gw itu maka kita sebut aja nama2 nya
dengan A, B, C dan D. Nah teman yg dulunya actor sinetron itu yg si B.
A : (Lihat ke arah TV yg kebetulan lagi ada siaran sinetron
gitu) “Wah kalo bisa jadi actor pasti enak ya. Haha”
B : “Yo i, jadi aktor emang enak koq. Dulu gw kan pernah
main film. Heheh”
A : (Sambil melirik ke B dengan kaget) “Wow, serius loe!?”
B : “Ya iya lah, gw mah kaga boong. Dulu gw jadi aktor pas
masih SMP.”
A : (Mulai terhisap, eh tertarik dengan omongan B) “Oh ya,
lalu lo dapat peran apa nih? Keren juga loe bisa jadi aktor.”
B : “Gw dapat peran penting coi, pangeran kerajaan” (Telinga
makin lebar dan hidung makin panjang saking sombongnya)
C : (Senandung merdu ngorok) “Grooooooookkkkkkkk…..”
A : “Wow, lalu kerjaan lo apa donk di film itu?”
B : “Ya kerjaan gw selayaknya apa yang dilakuin ama pangeran
lah. Kan peran kunci nih gw, geblek. Haha. ”
D : (Ga mau kalah dgn C, ngorok jg)
“Grooookk..grooooookkkkkkkk…”
A : “Terus teks yang harus lo hapal banyak donk?”
B : “Gak juga koq, malah bagi gw dikit bnget”
A : (Heran sambil mengernyitkan dahi) “Lha, kalo perannya penting
koq teks naskah lo bisa dikit?”
B : “Ya peran gw kan pangeran yang pendiam en tipe2 cool
gitu.”
C & D : (Paduan suara Ngorok yg jauh dari kata merdu)
“Groook..Groook…Groook…Groookk…..”
A : “Bah kalo teks lo dikit ya artinya peran lo dalam itu
film ga banyak donk. Koq bisa2nya ngaku kalo lo dapat peran penting sih.”
B : (Mulai emosi dan nyolot) “Hey, peran pangeran kan
penting banget! Kalo ga ada pangeran itu gimana donk!? Masa ceritanya kerajaan
nya ga punya pangeran!? Jadi si raja en ratunya mandul gitu!?? Kan ga mungkin
banget!”
A : (Dengan santai tanggapinnya dan mengiya2kan aja) “Iye2,
pangeran emang penting untuk raja dan ratu nya, secara kan dia pewaris tahta, tapi
sekarang gw tanyanya dari segi peran lo sebagai aktor dalam itu film.”
B : “Ya peran gw pangeran. Kan tadi gw uda bilang.”
C : (Ngorok lagi) “Grooookkk..Groooooooookkk…”
A : “Lo berapa kali tampil di film itu? En tiap tampil di 1
adegan, berapa lama?”
B : “Ya gw tampil di 5 episode. 1 kali tampil sekitar 5
menit lah.”
D : (Ngorok ala mesin) “Groookk..Grookk..Grokkk…Grooookk…”
A : “Oh, ada berapa episode emangnya?”
B : “21 Episode”
A : (Ngakak sekeras-kerasnya) “Hahahaha, lo ternyata
dapatnya peran FIGURAN! Bilang donk dari
awal. Asu!”
B : “Ya figuran emang figuran, tapi setidaknya kan gw PUNYA
PERAN walau kecil!”
A : “Haha, oke2, lanjut kerja kelompoknya, lama bener sih lo
cerita kisah lo sebagai figuran.”
B: (Sambil idupin laptop) “Iya2, lo juga yg duluan mancing2
ni topik ttg aktor.”
A : (Nendang pantat si C dan D yang sedang tertidur pulas)
“Woi, bangun prêt! Mau tidur sampai kapan kalian!?? Besok uda harus kumpul ni
tugas Paper!!”
~~~ Nah, nilai moral dari dialog antara A dengan B serta
‘nyanyian’ si C feat D adalah mengenai ‘PERANAN KITA DI DUNIA INI’. Mungkin ada
di antara kita yang sering merasa tidak berguna, ataupun kecil sehingga menjadi
minder / pemalu. Umumnya perasaan ‘tidak berguna dan kecil’ ini lebih banyak
disebabkan oleh pikiran negatif kita saja dan juga dari perkataan orang-orang
lain yang beranggapan kita ini bisanya merepotkan saja. Padahal sebagai manusia
kita punya peran-peran yang seringkali tidak kita sadari keberadaannya. Sekecil
apapun peran kita dalam suatu proses/kegiatan, tetap saja itu merupakan bagian
yang ikut menjalankan proses itu bukan? Tidak akan ada alunan melodi dari
petikan gitar yang merdu jika ada 1 senar yang putus. Begitu juga dengan hidup,
semua orang punya peranannya. Peran besar dan kecil hanya membedakan di
tanggung jawabnya yg juga besar atau kecil. Jadilah orang yang tau peranannya
dan mau terus berjuang agar dapat lebih baik lagi. Tidak lupa juga untuk
berperan sebagai orang baik. Kalau umpamanya hidup adalah sebuah film drama
maka jadilah tokoh protagonisnya. Sutradaranya siapa? Ya,anda sendiri lah sutradaranya.
Anda yang mengatur apakah anda menjadi tokoh baik atau tokoh jahat. Jadi,
pilihlah dengan bijak keputusan-keputusan anda. Good luck with directing your
life! (terjemahan dari bahasa jawanya : Selamat menyutradarai hidup anda!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar