Kawan2, beberapa bulan belakangan
ini sudah cukup banyak kasus2 bunuh diri di mall-mall di Jakarta. Tentunya hal
ini memunculkan pertanyaan dari kita semua. Mengapa bisa ada fenomena
orang-orang yang bunuh diri ini? Saya sendiri tidak bisa menjawabnya, bahkan om
Google dan tante Wikipedia juga tidak bisa menjawab pertanyaan ini.
Tapi kita bisa memaparkan
kemungkinan penyebab nya. Salah satunya adalah stress,depresi dan
komplotan-komplotannya. Nah, asal mula stress,depresi dkk itu bermula dari
masalah dalam hidup seseorang. Masalah-masalah ini juga beragam, bisa saja
masalah keuangan, masalah percintaan, masalah prestasi, dan sebagainya. Akar
dari semua masalah ini, tidak peduli itu karna uang, cinta atau apapun,
pastinya berujung pada tekanan mental / stress yang memicu seseorang untuk
tidak bisa berpikir jernih dan melihat semuanya dari sudut pandang negatif.
Jika seseorang tidak bisa menguasai dirinya
saat berada dalam tekanan mental, maka ini akan super sangat (lebay ya? Tapi
gpp, legal koq) berbahaya bagi orang
tersebut. Dia bisa jatuh ke dalam suatu kondisi dimana hidup terasa hambar
seperti makan bakmi tanpa dikasi jeruk nipis (sekali-sekali perumpaannya beda,
jgn nasi dan garam trs) dan semangat hidup nya menjadi hilang. Tahapan kondisi
ini kita sebut saja HAMBAR.
Ketika sudah masuk tahap ini maka
dari sudut pandang si penderita, gak ada lagi hal positif yang mau membuatnya
tetap hidup dan menjalani hari-harinya sebagai manusia. Tapi ini bukan berarti
dia ingin menjalani hari-harinya sebagai hewan atau tumbuhan. Lagipula secara
biologis, tidak logis jika si penderita,katakan lah seorg kernet bis berubah
jadi kubis, misalnya. Maksudnya, dia sudah kehilangan motivasi yang menjadi
dorongan untuk berjuang dalam hidup ini. Dia seolah-olah ingin klik tombol
‘Esc’ seperti pada keyboard untuk keluar dari suatu aplikasi (misalnya game).
Tapi dalam game, kita bisa mensave permainan kita. Sedangkan dalam hidup,
ketika anda koit alias mati itu sama dengan game over di game. Dan…tidak ada
kata “Continue” dalam hidup ini. Sekali anda koit maka koit lah anda dan hanya
menjadi sejarah.
Orang-orang yang nekad untuk bunuh
diri pastinya tidak sadar bahwa ketika mereka meninggal dengan cara seperti itu,
sebenarnya malah membawa kesedihan yang mendalam bagi orang-orang yang mereka
kenal. Orang tua, kekasih, keluarga, sahabat dan kerabat dari orang yang bunuh
diri tersebut tentunya akan sangat sedih. Misalnya, pernahkah terbayang
bagaimana reaksi dari ayah dan ibu mengetahui anaknya mati bunuh diri? Atau apa
yang dirasakan seorang kekasih saat tahu orang yang dicintainnya bunuh diri?
Devastated. Ya, mereka akan merasa hancur. Belum lagi shock bisa membawa
pengaruh buruk bagi kesehatan, terutama untuk sang ayah dan ibu tersebut.
Jadi, hiduplah dengan positif. Jika
punya masalah, janganlah disembunyikan atau dipendam sendiri. Berbuka diri lah
kepada keluarga dan sahabat. Masalah sebesar apapun jika dipecahkan
bersama-sama tentunya akan lebih baik. Mari teman2 pengunjung blog saya ini,
tumbuhkan pikiran positif dan pandanglah hidup ini dengan semangat untuk selalu
berjuang dan bertahan dari segala masalah. KEEP UP THE SPIRIT TO LIVE AND FIGHT
THE PROBLEMS!
masih fresh banget blognya :D
BalasHapussmoga blognya semakin maju dan berhasil!
Thanks bro doanya :)
BalasHapus