Jumat, 16 Desember 2011

Bunuh Diri Bukanlah Solusi



Kawan2, beberapa bulan belakangan ini sudah cukup banyak kasus2 bunuh diri di mall-mall di Jakarta. Tentunya hal ini memunculkan pertanyaan dari kita semua. Mengapa bisa ada fenomena orang-orang yang bunuh diri ini? Saya sendiri tidak bisa menjawabnya, bahkan om Google dan tante Wikipedia juga tidak bisa menjawab pertanyaan ini.
Tapi kita bisa memaparkan kemungkinan penyebab nya. Salah satunya adalah stress,depresi dan komplotan-komplotannya. Nah, asal mula stress,depresi dkk itu bermula dari masalah dalam hidup seseorang. Masalah-masalah ini juga beragam, bisa saja masalah keuangan, masalah percintaan, masalah prestasi, dan sebagainya. Akar dari semua masalah ini, tidak peduli itu karna uang, cinta atau apapun, pastinya berujung pada tekanan mental / stress yang memicu seseorang untuk tidak bisa berpikir jernih dan melihat semuanya dari sudut pandang negatif.
 Jika seseorang tidak bisa menguasai dirinya saat berada dalam tekanan mental, maka ini akan super sangat (lebay ya? Tapi gpp, legal koq) berbahaya  bagi orang tersebut. Dia bisa jatuh ke dalam suatu kondisi dimana hidup terasa hambar seperti makan bakmi tanpa dikasi jeruk nipis (sekali-sekali perumpaannya beda, jgn nasi dan garam trs) dan semangat hidup nya menjadi hilang. Tahapan kondisi ini kita sebut saja HAMBAR.
Ketika sudah masuk tahap ini maka dari sudut pandang si penderita, gak ada lagi hal positif yang mau membuatnya tetap hidup dan menjalani hari-harinya sebagai manusia. Tapi ini bukan berarti dia ingin menjalani hari-harinya sebagai hewan atau tumbuhan. Lagipula secara biologis, tidak logis jika si penderita,katakan lah seorg kernet bis berubah jadi kubis, misalnya. Maksudnya, dia sudah kehilangan motivasi yang menjadi dorongan untuk berjuang dalam hidup ini. Dia seolah-olah ingin klik tombol ‘Esc’ seperti pada keyboard untuk keluar dari suatu aplikasi (misalnya game). Tapi dalam game, kita bisa mensave permainan kita. Sedangkan dalam hidup, ketika anda koit alias mati itu sama dengan game over di game. Dan…tidak ada kata “Continue” dalam hidup ini. Sekali anda koit maka koit lah anda dan hanya menjadi sejarah.
Orang-orang yang nekad untuk bunuh diri pastinya tidak sadar bahwa ketika mereka meninggal dengan cara seperti itu, sebenarnya malah membawa kesedihan yang mendalam bagi orang-orang yang mereka kenal. Orang tua, kekasih, keluarga, sahabat dan kerabat dari orang yang bunuh diri tersebut tentunya akan sangat sedih. Misalnya, pernahkah terbayang bagaimana reaksi dari ayah dan ibu mengetahui anaknya mati bunuh diri? Atau apa yang dirasakan seorang kekasih saat tahu orang yang dicintainnya bunuh diri? Devastated. Ya, mereka akan merasa hancur. Belum lagi shock bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan, terutama untuk sang ayah dan ibu tersebut.
Jadi, hiduplah dengan positif. Jika punya masalah, janganlah disembunyikan atau dipendam sendiri. Berbuka diri lah kepada keluarga dan sahabat. Masalah sebesar apapun jika dipecahkan bersama-sama tentunya akan lebih baik. Mari teman2 pengunjung blog saya ini, tumbuhkan pikiran positif dan pandanglah hidup ini dengan semangat untuk selalu berjuang dan bertahan dari segala masalah. KEEP UP THE SPIRIT TO LIVE AND FIGHT THE PROBLEMS!

2 komentar: